BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Dalam modul ini akan diuraikan beberapa hal yang berhubungan dengan bagaimana merencanakan
pengelolaan usaha kecil aspek pemasaran yang meliputi pelayanan prima,
negosiasi, saluran dan jaringan distribusi, penetapan harga dan harga
jual, promosi, bentuk-bentuk promosi, rencana penjualan, teknik menjual,
seni menjual dan kepuasan pelanggan.
B. Prasyarat
Sebelum mempelajari modul ini peserta didik telah memahami standar
kompetensi mengaktualisasikan sikap dan perilaku kewirausahaan yang
terdiri dari kompetensi mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha,
menerapkan sikap an perilaku kerja prestatif, merumuskan solusi masalah,
mengembangkan semangat wirausaha, membangun komitmen bagi dirinya dan
bagi orang lain, mengambil resiko usaha, membuat keputusan, menunjukkan
sikap pantang menyerah dan ulet, mengelola konflik dan membangun visi
dan misi usaha.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Bagi Peserta Didik
1) Sebelum
anda membaca dan memahami uraian materi, diharapkan anda membaca dan
memahami terlebih dahulu prasyarat dan tujuan mempelajari modul ini.
2) Sebaiknya anda mencoba untuk menjawab terlebih dahulu soal “cek kemampuan” pada bagian BAB 4 ini.
3) Setelah
anda faham prasyarat dan tujuannya, usahakan untuk membaca isi modul
secara beraturan, jangan melompat – lompat. Karena uraian materi sudah
disusun sesuai dengan urutannya, sehingga sebelum anda benar – benar
menguasai suatu materi, anda jangan dulu melanjutkan untuk memahami
materi berikutnya.
4) Apabila
anda menemukan kesulitan dalam memahaminya, anda dapat mendiskusikannya
dengan teman atau bertanya pada guru atau pembimbing.
5) Untuk
membantu anda, sebaiknya sediakan alat tulis seperti buku notes, pulpen
dan stabile untuk mencatat atau member tanda bagian – bagian materi
yang dianggap penting atau sulit. Disamping itu sediakan pula kalkulator
untuk memudahkan anda memahami materi hitung.
2. Bagi Guru/Pembimbing
1) Guru atau pembimbing sebaiknya menetapkan peserta didik sebagai subjek ajar dan guru/pembimbing sebagai pendamping atau fasilitator.
2) Berikan
kesempatan pada peserta didik untuk memahami materi secara sendiri –
sendiri dulu, tanpa harus dijelaskan terlebih dahulu oleh guru. Dalam
hal ini guru/ pembimbing hanya mengarahkan dan memberi petunjuk.
3) Guru/pembimbing
dapat member kesempatan pada peserta didik untuk bertanya atau
menjelaskan mengenai materi yang telah dipelajarinya.
4) Guru/pembimbing
dapat membentuk kelompok kerja atau kelompok diskusi peserta didik,
untuk membantu peserta didik dalam memahami materi.
5) Jawaban
peserta didik atas soal – soal latihan untuk menguji penguasaan
kompetensi, sebaiknya diperiksa dan diberi komentar/dinilai oleh
guru/pembimbing dan dikembalikan kepada peserta didik.
D. Tujuan Akhir
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar dalam modul ini, peserta didik atau peserta diklat diharapkan :
1. dapat menjelaskan seni menjual dan teknik promosi
2. dapat menghitung Menentukan harga jual
3. dapat menjelaskan bagaimana memberikan kepuasan kepada pelanggan
4. dapat memperagakan bagaimana cara mempromosikan barang dan jasa
5. dapat mempraktikkan cara bernegosiasi
6. dapat menjelaskan saluran dan jaringan distribusi
E. Kompetensi
Standar Kompetensi modul ini adalah Merencanakan Pengelolaan Usaha kecil Aspek Pemasaran dengan Dasar Kompetensi Menganalisis Aspek Pemasaran.
F. Cek Kemampuan
Untuk mengecek kemampuan Anda, Anda harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1. Apa yang anda ketahui dengan konsep pemasaran ?
2. Hal atau aspek apa saja yang dapat dipelajari dari konsep pemasaran tersebut ?
3. Sebutkan konsep 3A dalam Pelayanan Prima !
4. Sebutkan alat untuk melakukan promosi !
5. Mengapa harus ada saluran distribusi ?
6. Mengapa ada negosiasi ?
G. Glosarium :
1. Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
2. Segmentasi
pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari
suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen
3. Produk
adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat
diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan
pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli
untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
4. Merk
adalah suatu nama, istilah simbol, atau disain, atau kombinasi yang
dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang
penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari
barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
5. Personal
selling adalah penyajian barang secara lisan dan bertatap muka kepada
satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan agar barang yang ditawarkan
dapat terjual.
6. Sales
promotion adalah segala kegiatan pemasaran, selain personal selling,
advertensi dan publicity untuk merangsang pembelian barang perusahaan
7. Sampel
adalah alat promosi dengan memberikan produk contoh secara gratis
kepada konsumen, dengan harapan mereka menyukainya sehingga melakukan
pembelian ulang
8. Voucher
adalah alat promosi yang berupa pemberian sertifikat potingan harga
kepada pemegangnya sehingga dapat menghemat pembelian produk tertentu
9. Premi
adalah alat promosi dengan cara menawarkan harga yang sangat rendah
bahkan gratis, sebagai suatu insentif bila orang membeli produk tersebut
10. Paket harga adalah alat promosi pemberian harga yang berbeda dengan harga biasa
11. Money
refun offer adalah alat promosi tawaran pengembalian uang jika terjadi
ketidaksesuaiaan produk dengan harga atau terjadi kerusakan produk yang
dibeli berdasarkan perjanjian
12. Trade promotion adalah alat promosi yang berupa penawaran potongan harga pada setiap pembelian selama jangka waktu tertentu
13. Kontes adalah alat promosi berupa mengundang konsumen untuk ikut perlombaan melakukan sesuatu
14. Undian
adalah alat promosi dimana konsumen diajak mengumpulkan label yang
memuat nama produk/perusahaan untuk kemudian diundi dan mendapatkan
hadiah
15. Press
relation adalah pertemuan antara wartawan dengan produsen untuk
memberikan informasi untuk dimuat dalam media massa agar menarik
perhatian masyarakat terhadap produk dan jasa
16. Produduct publicity adalah usaha mempublikasikan produk khusus
17. Corporate communication adalah komunikasi intern dan ekstern dalam upaya menciptakan rasa saling pengertian di antara perusahaan
18. Lobbying adalah kerjasama dengan ahli hokum dan pejabat pemerintah untuk mendukung atau menghapuskan peraturaan/UU
19. Conselling ada pemberian bimbingan kepada manajemen tentang masalah kemasyarakatan, posisi perusahaan maupun citra perusahaan
BAB II
PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Peserta didik
Dalam mempelajari modul ini dapat dilakukan dengan rincian kegaitan segai berikut :
1. Mengkaji secara mandiri di sekolah
2. Belajar
studi kasus dengan melakukan penjualan langsung (memasarkan produk) di
lingkungan sekolah dan tempat tinggal peserta didik.
B. Kegiatan Belajar
Kegiatan Belajar
b. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik atau peserta diklat dapat mempraktikan
konsep pemasaran yang terdiri da pelayanan prima, negosiasi, saluran
dan jaringan distribusi, penetapan harga dan harga jual, promosi,
bentuk-bentuk promosi, rencana penjualan, teknik menjual, seni menjual
dan kepuasan pelanggan.
2) Peserta didik atau peserta diklat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan Lingkungan Usaha untuk melakukan penjualan langsung, sehingga dapat diketahui potensi pasarny.
c. Uraian Materi
MENGANALISIS ASPEK PEMASARAN
Gambaran tentang pemasaran secara luas dapat diketahui dari definisi yang dikemukakan oleh William J. Stanton berikut ini :
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa
yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun potensial.
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
Pemasaran merupakan konsep yang menyeluruh dari penjualan, perdagangan dan distribusi.
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu
dalam penciptaan nilai ekonomi. Kegiatan pemasaran menciptakan 5 faedah
yaitu diantaranya : faedah waktu, tempat, milik dan informasi.
Dalam kegiatan pemasaran bagi perusahaan kecil maupun besar ingin
meningkatkan efisiensi dengan mengadakan segmentasi pasar. Perusahaan dapat
memusatkan kegiatan pemasaran pasar segmen-segmen pasar yang dipilih.
Sedangkan keputusan-keputusan dalam pemasaran dapat kelompokkan ke dalam
4 strategi yaitu strategi produk, strategi harga, strategi distribusi,
dan strategi promosi. Kombinasi dari keempat strategi tersebut akan
membentuk marketing mix.
Perencanaan strategi pemasaran harus disusun secermat mungkin. Perencanaan strategi pemasaran meliputi :
1. Penerapan pelayanan prima
2. Perencanaan promosi
3. Teknik menjual
4. Menjaga kepuasan pelanggan
5. Negosiasi yang baik
6. Distribusi yang tepat
7. Penetapan harga yang bijaksana
1. Pelayanan Prima
Pelayanan prima adalah pelayanan sebaik-baiknya kepada pelanggan sehingga dapat menimbulkan rasa puas. Pelayanan prima merupakan pelayanan yang berorientasi pada pemenuhan tuntutan pelanggan mengenai kualitas produk.
Pelayanan prima dikembangkan berdasarka konsep 3A, yaitu : Attitude, attention, action.
1. Konsep Attitude (sikap)
Calon pelanggan selalu mengharapkan sikap dan perilaku yang baik dan menyenangkan dari pelayan yang ada di toko sehingga kepuasan pembeli terpenuhi serta kemungkinan besar pengalamannya disampaikan kepada orang lain, akhirnya menjadi promosi gratis bagi perusahaan. Pelayanan berdasrkan attitude terdiri dari beberapa bentuk :
a. Pelayanan pelanggan dengan penampilan serasi
b. Pelayanan dengan berfikir positif
c. Pelayanan pelanggan dengan sikap menghargai
2. Konsep Attention
Untuk dapat menimbulkan keinginan dari calon pelanggan, penjual dapat memerikan perhatian kepadanya dengan cara mengadakan komunikasi yang diarahkan kepada pembelian produk. Bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep Attention :
a. Mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan
b. Mengamati perilaku pelanggan
c. Mencurahkan perhatian penuh pada pelanggan
3. Konsep Action
Bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep tindakan adalah sebagai berikut :
a. Pencatatan pesanan pelanggan
b. Pencatatan kebutuhan pelanggan
c. Penegasan kembali kebutuhan pelanggan
d. Mewujudkan kebutuhan pelanggan
e. Menyatakan terima kasih dengan harapan pelanggan kembali.
2. Perencanaan Promosi
Promosi adalah kegiatan dalam pemasaran yang dilakukan dengan cara memperkenalkan produk kepada masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan penjualan.
Merencanakan bentuk promosi :
1. Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non
individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan
oleh perusahaan, lembaga non laba serta individu-individu.
Berdasakan macam media yang digunakan , advertensi dibedakan menjadi :
-
Advertensi cetak : iklan pada surat kabar dan majalah
-
Advertensi elektronik : iklan melalui siaran radio atau televisi
-
Transit advertising : bulletin, poster, stiker, brosur
-
Kiriman langsung, cetakan yang dikirim langsung dengan pos kepada calon konsumen
-
Advertensi khusus : segala macam barang berupa hadiah atau pemberian barang secara Cuma-cuma
-
Advertensi di luar rumah : papan reklame
Hal-hal yang harus dipertimbangkan perusahaan dalam memilih media promosi yang digunakan adalah :
-
Biaya
-
Produk
-
Pesan
-
Sifat media yang dituju
3. Sales Promotion
Merupakan segala kegiatan selain personal selling, advertensi dan publicity untuk merangsang pembelian barang perusahaan.
Alat-alat sales promotion yang digunakan :
-
sample/contoh
-
kupon/voucher
-
premi/paket harga
-
cash back guarantee
-
potongan harga/diskon
-
display produk
-
expo/pameran
-
kontes
-
undian berhadiah
4. Publicity
Publicity adalah sejumlah
informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi yang disebarluaskan
ke masyarakat melalui media tanpa di pungut biaya atau tanpa pengawasan
dari sponsor periklanan. Publicity dapat diartikan juga memberi
informasi kepada masyarakat tentang perusahaan, baik menyangkut produk,
manajemen, dan sebagainya yang membuat masyarakat memiliki image baik
terhadp perusahaan.Adapun media publicity yang digunakan:
-
Lewat jumpa pers
-
Product Publicity
-
Corporate communication
-
Lobbying
-
Bimbingan/conseling
5. Teknik-teknik menjual
Dalam dunia penjualan, ada berbagai macam teori yang berkaitan dengan teknik-teknik menjual. Teori ini mengajarkan bagaimana mengawali dan mengakhiri proses penjualan dengan sukses. Yang
diawali dengan mendekati calon konsumen dengan tujuan untuk menarik
minat hingga memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan. Teori tersebut disebut teori AIDAS.
1. A = Attention, pada tahap ini penjual berusaha agar calon pembeli memperhatikan penawaran yang dilakukan penjualan
2. I = Interest, pada tahap ini penjual harus merubah perhatian calon pembeli menjadi minat yang semakin kuat
3. D
= Desire, pada tahap ini penjual harus bisa mayakinkan kepada pembeli
dengan menjelaskan keuntungan dan kelemahan jika calon pembeli menerima
penawaran barang
4. A
= Action, pada tahap ini penjual harus meyakinkan kepada pembeli bahwa
keputusan untuk membeli produk yang ditawarkan adalah keputusan yang
tepat
5. S
= Satisfaction, pada tahap ini, penjual harus memastikan bahwa kualitas
produk yang ditawarkan sesuai dengan apa yang dijelaskan
6. Seni Menjual
Salesmanship adalah seni untuk mempengaruhi agar orang lain bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan.
7. Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan merupakan hal yang paling utama dalam memenangkan persaingan usaha. Prinsip kepuasan pelanggan adalah :
1. kepuasan pelanggan adalah hal yang paling penting
2. pahami harapan pelanggan
3. strategi segmentasi
4. mempelajari faktor yang memuaskan pelanggan
5. dengarkan keluhan pelanggan dengan baik
6. beri jaminan kepada konsumen menganai produk
7. arti penting karyawan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan :
1. kualitas produk
2. harga
3. kualitas pelayanan
4. faktor emosional
5. kemudahan atau fasilitas yang didapat
8. Negosiasi
Negosiasi diartikan sebagai perundingan antara dua pihak yang berkepentingan untuk mencapai kesepakatan atau tawar menawar. Negosiasi dilakukan karena :
-
ada pihak yang berkepentingan
-
ada masalah
-
ada keinginan untuk bersepakat
-
menghindarkan persengketaan
-
menjaga kehormatan
Beberapa strategi negosiasi yang dapat dipelajari , yaitu sebagai :
-
win-win strategy, negosiasi yang berorientasi pada kemenangan kedua belah pihak
-
win lose strategy, strategi perundingan untuk memperoleh kemenangan mutlak dengan mengalahkan orang lain
-
lose
lose strategy, strategi yang dipilih seseorang karena didasari oleh
perasaan untuk melampiaskan kemarahan dan cenderung tidak menggunakan
akal pikiran yang sehat
Materi tang diperbincangkan antara penjual dan pembeli dalam negosiasi antara lain :
-
harga barang yang diperjualbelikan
-
jumlah barang yang diperjualbelikan
-
cara dan waktu pembayaran
-
asuransi dan ongkos pengiriman
-
waktu dan lamanya pengiriman
9. Menetukan Harga Jual
Menjual produk dengan harga yang mahal akan berisiko
produk tidak akan laku dijual, dan jika produk dijual dengan harga yang
murah juga akan berdampak pada persepsi konsumen terhadap kualitas
produk. Untuk itu penetapan harga jual harus disesuaikan dengan target
pasar, segmentasi pasar, dan posisi produk di pasar. Sebelum menentukan
harga produk di pasar perlu mempertimbangkan factor utama dari jenis
biaya yangakan menentukan harga. hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan harga adalah sebagai berikut :
1. biaya bahan baku dan suplainya
2. biaya overhead
3. biaya tenaga kerja
Ada beberapa macam kebijakan dalam penetapan harga yang dapat dilakukan wirausaha, diantaranya sebagai berikut :
1. Kebijakan harga produsen, dapat menetapkan harga dalam 2 bentuk yaitu
a. Shining
price (harga setinggi mungkin), menetapkan harga produk setinggi
mungkin, karena perusahaan belum memiliki saingan dan produk dipasarkan
untuk orang kaya
b. Penetration
price(harga serendah mungkin), kebijakan penetapan harga yang bertujuan
untuk menerobos produk perusahaan lain masuk ke pasar
2. Kebijakan Harga grosir, grosir dapat membuat kebijakan harga produk dengan cara memberikan
potongan harga, baik potongan harga, baik potongan harga yang diberikan
karena pembayaran tunai atau karena pembelian dalam jumlah besar
3. kebijakan harga retailer :
a. Margin
price, Penetapan harga berdasarkan perkitaan saja. Bila produk yang
dijual sudah mendapatkan keuntungan, maka langsung dijual. Hal ini
sering dilakukan pedagang kaki lima
b. Lining price, penetapan harga produk yang sering dilakukan oleh toko yang menjual baju kaos, sepatu dan sandal. Contoh kaos dari berbagai merk dan ukuran ditumpuk dalam satu kotak dan diberi harga yang sama
c. Competitor price, penetapan harga yang murah dengan tujuan agar memperoleh reputasi sebagai toko termurah
d. Judgement
price, penetapan harga produk berdasarkan pada perkiraan, biasanya
dalam satu lusin produk, didalamnya ada satu atau dua potong produk yang
bagus
e. Customary
price, dalam jangka panjang, harga suatu produk tetap stabil dan tidak
ada perubahan, apabila harga bahan baku meningkat, makan harga pokok
produknya meningkat
f. Odds price, penetapan harga ganjil untuk menarik pembeli, misalnya harga Rp 19.999,00 atau Rp 13.335,00.
Tujuan penetapan harga produk :
1. mendapatkan share pasar
2. memperoleh harga maksimum
3. mempromosikan produk
4. memanfaatkan keuntungan
5. mencapai keuntungan
6. mencapai hasil penerimaan penjualan maksimum
Cara penetapan harga jual berdasarkan pendekatan biaya dapat dilakukan :
1. Metode penetapan harga biaya plus (Cost Plus Pricing)
Misalnya :
Biaya produksi 100 buah sepatu adalah :
· Biaya bahan baku : Rp 3.000.000,00
· Biaya tenaga kerja : Rp 550.000,00
· Biaya lain-lain : Rp 450.000,00
Jumlah biaya R p 4.000.000,00
Jika keuntungan yang diinginkan 20% dari total biaya, sehingga harga seluruhnya :
Rp 4.000.000,00 + (20% x Rp 4.000.000,00) = Rp 4.800.000,00
Maka harga satuan = Rp 4.800.000,00 = Rp 48.000,00
100
2. Metode penetapan harga mark uo (Mark Up pricing)
Perusahaan menetapkan harga jual dengan cara menambah harga beli dari seorang pedagang dengan suatu prosentase tertentu ;
Harga Beli + Mark up = harga jual
besarnya mark up adalah keseluruhan biaya operasi dan keuntungan yang diinginkan
contoh :
· Harga beli barang dagangan : Rp 5.500.000,00
· Biaya pengelolaan dan penjualan : Rp 150.000,00
· Keuntungan yang diharapkan : Rp 450.000,00
Maka harga jual : Rp 5.500.000,00 + (Rp 150.000,00 + Rp 450.000,00) = Rp 6.100.000,00
10. Saluran Distribusi
Saluran distribusi suatu barang
adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang
tersebut dari produsen sampai ke konsumen.
Alasan-alasan perusahaan menggunakan saluran distribusi adalah :
-
jarak yang terlalu jauh antara produsen dan konsumen
-
penghematan biaya dan waktu
-
untuk pemenuhan kebutuhan konsumen
-
produsen dapat berkonsentrasi dalam berproduksi
Pokok-pokok saluran distribusi yang dijalankan perusahaan diantaranya :
-
Secara
langsung, produk yang dihasilkan disampaikan secara langsung ke tangan
konsumen akhir tanpa perantara : Produsen -----------------à konsumen
-
Secara semi langsung, produk yang dihasilkan perusahaan disalurkan kepada konsumen melalui saluran milik produsen sendiri :
Produsen --------------àRetailer-----------------à Konsumen
-
Secara
tidak langsung, produk yang dihasilkan produsen disampaikan secara
tidak langsung ke tangan konsumen, melainkan harus melalui
lembaga-lembaga penyalur
Produsen ---------à Pedagang besar -------à Pedagang eceran -------à Konsumen
Dalam distribusi dikenal tiga saluran distribusi :
-
Distribusi
intensif, penyaluran sebanyak mungkin agar dapat menjual barang
sebanyak-banyaknya dan lebih mendekati konsumen sehingga lebih mudah
mendapatkan barang
-
Distribusi
selektif, ditentukan secara terbatas untuk menekan biaya penjualan,
meliputi produk yang harganya relative mahal dan konsumen golongan
tertentu
-
Distribusi
Ekslusive, distribusi produk yang hanya diberikan kepada lembaga
penyalur yang menjadi sales representative dari produsen
C. Rangkuman
Pemasaran merupakan konsep yang menyeluruh dari penjualan, perdagangan
dan distribusi. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan dalam
perekonomian dan membantu dalam penciptaan nilai ekonomi. Kegiatan
pemasaran menciptakan 5 faedah yaitu diantaranya : faedah waktu, tempat,
milik dan informasi.
Perencanaan strategi pemasaran harus disusun secermat mungkin. Perencanaan strategi pemasaran meliputi :
1. Penerapan pelayanan prima
2. Perencanaan promosi
3. Teknik menjual
4. Menjaga kepuasan pelanggan
5. Negosiasi yang baik
6. Distribusi yang tepat
7. Penetapan harga yang bijaksana
1. Pelayanan Prima
Pelayanan prima adalah pelayanan sebaik-baiknya kepada pelanggan sehingga dapat menimbulkan rasa puas. Pelayanan prima merupakan pelayanan yang berorientasi pada pemenuhan tuntutan pelanggan mengenai kualitas produk.
Pelayanan prima dikembangkan berdasarka konsep 3A, yaitu : Attitude, attention, action.
2. Perencanaan Promosi
Promosi adalah kegiatan dalam pemasaran yang dilakukan dengan cara memperkenalkan produk kepada masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan penjualan.
Merencanakan bentuk promosi :
1. Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non
individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan
oleh perusahaan, lembaga non laba serta individu-individu.
Berdasakan macam media yang digunakan , advertensi dibedakan menjadi :
1. Advertensi cetak : iklan pada surat kabar dan majalah
2. Advertensi elektronik : iklan melalui siaran radio atau televise
3. Transit advertising : bulletin, poster, stiker
4. Kiriman langsung, cetakan yang dikirim langsung dengan pos kepada calon konsumen
5. Advertensi khusus : segala macam barang berupa hadiah atau pemberian barang secara Cuma-Cuma
6. Advertensi di luar rumah : papan reklame
Hal-hal yang harus dipertimbangkan perusahaan dalam memilih media promosi yang digunakan adalah :
1. Biaya
2. Produk
3. Pesan
4. Sifat media yang dituju
3. Sales Promotion
Merupakan segala kegiatan selain personal selling, advertensi dan publicity untuk merangsang pembelian barang perusahaan.
Alat-alat sales promotion yang digunakan :
1. sample/contoh
2. kupon/voucher
3. premi/paket harga
-
cash back guarantee
-
potongan harga/diskon
-
display produk
-
expo/pameran
-
kontes
-
undian berhadiah
4. Publicity
Publicity adalah sejumlah
informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi yang disebarluaskan
ke masyarakat melalui media tanpa di pungut biaya atau tanpa pengawasan
dari sponsor periklanan.
5. Teknik-teknik menjual
Dalam dunia penjualan, ada berbagai macam teori yang berkaitan dengan teknik-teknik menjual. Teori ini mengajarkan bagaimana mengawali dan mengakhiri proses penjualan dengan sukses. Yang
diawali dengan mendekati calon konsumen dengan tujuan untuk menarik
minat hingga memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan. Teori tersebut disebut teori AIDAS.
A = Attention
I = Interest
D = Desire
A = Action
S = Satisfaction
Hy
6. Seni Menjual
Salesmanship adalah seni untuk mempengaruhi agar orang lain bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan.
7. Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan merupakan hal yang paling utama dalam memenangkan persaingan usaha.
Prinsip kepuasan pelanggan adalah :
1. kepuasan pelanggan adalah hal yang paling penting
2. pahami harapan pelanggan
3. strategi segmentasi
4. mempelajari faktor yang memuaskan pelanggan
5. dengarkan keluhan pelanggan dengan baik
6. beri jaminan kepada konsumen menganai produk
7. arti penting karyawan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan :
1. kualitas produk
2. harga
3. kualitas pelayanan
4. faktor emosional
5. kemudahan atau fasilitas yang didapat
8. Negosiasi
Negosiasi diartikan sebagai perundingan antara dua pihak yang berkepentingan untuk mencapai kesepakatan atau tawar menawar. Negosiasi dilakukan karena :
1. ada pihak yang berkepentingan
2. ada masalah
3. ada keinginan untuk bersepakat
4. menghindarkan persengketaan
5. menjaga kehormatan
9. Saluran Distribusi
Saluran distribusi suatu barang
adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang
tersebut dari produsen sampai ke konsumen.
Alasan-alasan perusahaan menggunakan saluran distribusi adalah :
1. jarak yang terlalu jauh antara produsen dan konsumen
2. penghematan biaya dan waktu
3. untuk pemenuhan kebutuhan konsumen
4. produsen dapat berkonsentrasi dalam berproduksi.